Di kala banyak pihak menasihatkan untuk jangan menyesal, tak perlu kau sesali apa yang telah terjadi, dan yang semisalnya, aku justru lebih suka mengatakan, sesalilah …..

Yah, kadang pikiranku aneh. Berbeda dengan pemikiran mayoritas orang di sekitarku. Dan anehnya, alhamdulillah, aku masih merasa nyaman dengan pemikiranku yang mungkin ‘aneh’.

Bagiku, menyesal itu penting. Bahkan, termasuk salah satu syarat diterimanya taubat. Terdengar aneh juga bagiku, mendengar cerita seorang yang dengan bangganya menceritan kejahilannya di masa lalu. Kok ga malu ya? Malah terkesan bahagia dan bangga…. Ya sudahlah, semua orang punya jalan pikirannya masing-masing.

Sore tadi, seorang teman memberikan kata-kata bijak, “Jika kamu berpikir tentang hari kemarin tanpa rasa penyesalan dan hari esok tanpa rasa takut, berarti kamu sudah berada di jalan yang benar menuju sukses”.

Bagi saya, sukses bukan berarti berjalan mulus tanpa masalah, tanpa hambatan, tanpa kesalahan.
Bagi saya, setiap kesalahan itu harus disesali, diperbaiki, dan tidak diulangi.
Walau mungkin berat, tapi bisa kan?

Sesal

Mungkin hadirnya tak diinginkan
Selalu terlambat
Read the rest of this entry »

Saat mendengar kata ‘keamanan pangan’, rasanya langsung teringat kepada para mikroba, dangerous zone, dan segala hal tentang mikrobiologi. Akan tetapi, keamanan pangan secara kimia juga sangat penting. Terlebih lagi, kami, para mahasiswa semester 7 Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, IPB, mendapat kuliah Evaluasi Biologis Komponen Pangan dan Pangan fungsional di semester ini. Xenobiotik bukanlah kata yang asing bagi kami.

Selain mendapat mata kuliah Evaluasi Nilai Biologis Komponen Pangan, kami juga mendapat mata kuliah Bahan Tambahan Pangan di semester ini. Dua mata kuliah ini memang sangat klop! Ditambah lagi kuliah Pangan Fungsional. Bahkan, ada hubungannya juga dengan mata kuliah Teknologi Pengemasan dan Penyimpanan Pangan. Intinya kuliah-kuliah kami memang berhubungan satu sama lain.

Oke. Kembali ke keamanan pangan. Read the rest of this entry »

Harta Itu Manja!

Posted: October 22, 2011 in Just my think

Kadang saya berpikir, harta itu manja banget ya? Dia membuat kita berjuang untuk mendapatkannya. Setelah dapat, dia masih meminta kita untuk memberi perhatian ekstra padanya.

Sebuah contoh sederhana….

Mungkin seseorang butuh menabung berbulan-bulan atau bertahun-tahun untuk mendapatkan laptop guna menunjang kegiatan kuliahnya. Setelah dapat, dia masih harus ‘menghidupi’ laptopnya. Mungkin dengan membelikannya pelindung atau yang semacamnya, bahkan membelikannya modem, agar si laptop dapat bertahan di era globalisasi ini. Dia juga minta disimpan di tempat yang aman. Aman dari lingkungan yang tidak bersahabat maupun dari niat-niat buruk manusia yang diselimuti nafsu. Kala ia dibawa dalam tas, ia tidak mau ditinggal meski hanya ditinggal ke kamar kecil atau ditinggal sholat. Harus ada yang menemaninya. Minimal, diletakkan di hadapan ketika sholat.

Harta…. betapa manjanya dirimu…

Sungguh sangat berbeda dengan ilmu. Yang bukan minta dijaga, bahkan akan menjaga kita. Yang dengan memberinya kepada orang lain, bukannya habis, justru semakin bertambah. Ah, ilmu itu begitu luar biasa. Ku cinta dia…

Kembali ke masalah harta

Read the rest of this entry »

Tahukah kau?
Betapa bahagianya diri ini kala kau lepas status itu
Berbilang bulan
Berbilang tahun

Aku hampir yakin kau telah berubah
Bertaubat
Mendekap hidayah-Nya

Namun?

Kau runtuhkan semua
Statusmu kembali berganti
Dan aku pun kembali kecewa

Semoga Allah memberimu hidayah, Kawan….

Read the rest of this entry »

Xenobiotik merupakan suatu kata yang sangat akrab di telinga mahasiswa semester 7 ITP-IPB. Bagaimana tidak? Ada seorang dosen yang kerap bertanya “Sudah berapa banyak xenobiotik yang kamu konsumsi minggu ini?” saat memulai kuliah.

Jadi, apa itu xenobiotik?

Read the rest of this entry »