Apa itu Xenobiotik?

Posted: October 14, 2011 in About Foods
Tags: ,

Xenobiotik merupakan suatu kata yang sangat akrab di telinga mahasiswa semester 7 ITP-IPB. Bagaimana tidak? Ada seorang dosen yang kerap bertanya “Sudah berapa banyak xenobiotik yang kamu konsumsi minggu ini?” saat memulai kuliah.

Jadi, apa itu xenobiotik?

Xenobiotik berasal dari kata xeno yang berarti asing. Jadi xenobiotik merupakan senyawa asing dan tidak dibutuhkan oleh tubuh. Xenobiotik tidak mempunyai fungsi struktural maupun fisiologis bagi tubuh sehingga harus dikeluarkan dari tubuh. Proses detoksifikasi dibutuhkan untuk mengeluarkan senyawa-senyawa asing tersebut.

Bahan tambahan pangan, atau yang biasa kita kenal sebagai BTP merupakan salah satu contoh xenobiotik. Selain itu, kontaminan juga termasuk ke dalam golongan xenobiotik. Kontaminan dapat berasal industri dan lingkungan, sumber-sumber biologis, maupun ditambahkan pada proses pengolahan pangan.

Lalu, bagaimana jika senyawa ini ikut termakan bersama pangan yang kita makan?

Jika xenobiotik dikonsumsi oleh manusia, maka ia akan diserap, didistribusi, dan dimetabolisme mengikuti jalur metabolisme senyawa toxin endogenous (seperti formaldehida dan urea) yang meliputi sistem enzim fase I (monooksigenase) dan sistem enzim fase II (konjugasi). Artinya, tidak ada jalur metabolisme spesifik untuk xenobiotik. Pada kasus ini, satu substrat bisa dikatalis oleh beberapa enzim dan sebaliknya, satu enzim mengkatalis beberapa substrat. Oleh karena itu, tidak lengkap untuk masing-masing xenobiotik yang banyak jumlahhnya. Akibatnya, enzim bisa bingung.

Metabolit yang dihasilkan senyawa xenobiotik dapat berupa senyawa tidak reaktif yang dieskresikan melalui urin, maupun senyawa reaktif. Senyawa yang reaktif dapat berikatan dengan DNA yang mengakibatkan kanker atau berikatan dengan protein yang mengakibatkan penyakit degenaratif. Nah, sekarang sudah mulai terlihat kan risiko xenobiotik ini?

Faktor apa saja yang menentukan arah metabolisme xenobiotik?

Kita dapat memperkirakan senyawa xenobiotik itu menjadi senyawa yang reaktif atau tidak, salah satunya melalui struktur kimianya. Semakin rumit struktur kimia suatu senyawa xenobiotik, maka semakin sulit senyawa tersebut dimetabolisme. Artinya, risikonya membentuk senyawa yang reaktif semakin besar.

Kita harus bagaimana?

Studi keamananan berbagai BTP telah dipelajari sehingga diperoleh nilai ADI (Acceptable Daily Intake) dalam satuan mg/kg berat badan. Artinya, seseorang yang sehat dapat mengkonsumsi sejumlah mg BTP per kg berat badannya setiap hari sepanjang tahun tanpa gangguan kesehatan yang berarti. Akan tetapi, risiko itu tetap ada meskipun kecil. Jadi, bijaksanalah dalam memilah dan memilih makanan apa saja yang dimasukkan dalam tubuh.

Ingat, hidup itu pilihan! Maka, bijaksanalah dalam memilih!

Advertisement
Comments
  1. asudomo says:

    you are what you eat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s