Harta Itu Manja!

Posted: October 22, 2011 in Just my think

Kadang saya berpikir, harta itu manja banget ya? Dia membuat kita berjuang untuk mendapatkannya. Setelah dapat, dia masih meminta kita untuk memberi perhatian ekstra padanya.

Sebuah contoh sederhana….

Mungkin seseorang butuh menabung berbulan-bulan atau bertahun-tahun untuk mendapatkan laptop guna menunjang kegiatan kuliahnya. Setelah dapat, dia masih harus ‘menghidupi’ laptopnya. Mungkin dengan membelikannya pelindung atau yang semacamnya, bahkan membelikannya modem, agar si laptop dapat bertahan di era globalisasi ini. Dia juga minta disimpan di tempat yang aman. Aman dari lingkungan yang tidak bersahabat maupun dari niat-niat buruk manusia yang diselimuti nafsu. Kala ia dibawa dalam tas, ia tidak mau ditinggal meski hanya ditinggal ke kamar kecil atau ditinggal sholat. Harus ada yang menemaninya. Minimal, diletakkan di hadapan ketika sholat.

Harta…. betapa manjanya dirimu…

Sungguh sangat berbeda dengan ilmu. Yang bukan minta dijaga, bahkan akan menjaga kita. Yang dengan memberinya kepada orang lain, bukannya habis, justru semakin bertambah. Ah, ilmu itu begitu luar biasa. Ku cinta dia…

Kembali ke masalah harta

Belakangan ini banyak sekali kisah tentang kehilangan. Pencurian. Mungkin saya akan menceritakan beberapa kisah di sini. Semoga dapat menjadi pelajaran bagi kita semua…

Kisah pertama
Mereka bermalam, begadang mengerjakan tugas bersama. Dan ketika mereka bangun….

Malam itu, dia mengerjakan tugas bersama dengan teman-temannya di ruang keluarga di tempat tinggalnya. Bersama mereka mengerjakan tugas masing-masing di satu ruangan itu. Laptop dan ponsel bertebaran di sana. Satu per satu, mereka pun tumbang. Memenuhi hak tubuhnya untuk istirahat. Masih di ruangan itu. Hingga yang terakhir tidur sekitar pukul 1 dini hari. Pukul 3 dini hari, seseorang dari mereka bangun, dan hendak melaksanakan sholat malam, bermunajat pada Rabb­-nya. Dan tahukah kau? Laptop-laptop itu pun raib beserta ponsel, maupun dompet mereka. Tas mereka pun dibawa bersamanya (setelah si pencuri mengeluarkan buku-buku pelajaran yang ada di dalamnya).

[pelajaran yang dapat dipetik: tidurlah dalam keadaan rapi]

Kisah kedua
Dia baru kembali dari masjid dan mengapa tasnya menjadi ringan?

Sebagaimana kebiasaannya, ia baru kembali dari masjid setelah matahari terbit. Malam sebelumnya, ia baru pulang ke rumahnya cukup larut. Setelah mengerjakan pekerjaan dengan netbook nya di suatu kantor. Paginya, ia pun berniat meneruskan pekerjaanya itu. Namun, tasnya menjadi ringan. Netbook nya raib. Di kamarnya sendiri. Di rumahnya sendiri. Pada pagi hari!

[pelajaran yang dapat dipetik: tetaplah menyimpan barang berharga di tempat yang aman, walaupun di rumah sendiri]

Kisah Ketiga
Sunyi senyap dan harta itu pun lenyap

Hari itu, sebuah kostan dengan penghuni yang biasanya sangat banyak ditinggalkan kosong. Seluruh penghuni pergi untuk menghadiri suatu acara. Sedihnya, sepulang mereka dari acara tersebut. Laptop pun menghilang. Kost mereka merupkan kost yang sangat luas, dengan pengamanan yang tidak begitu ketat. Mudah saja bagi orang asing untuk masuk. Alhasil, setelah kejadian tersebut, mereka semakin memperketat pengamanan di kost mereka dan tidak menerima tamu selain tamu yang diundang.

[pelajaran yang dapat dipetik: kita pun harus berikhtiar untuk menjaga harta, setelah itu barulah bertawakal pada Allah]

Kisah Keempat
Berarti si pencurinya rajin sholat ya?

Salah seorang datang ke lab, segera mengumumkan berita duka di kelas. “Teman-teman hati-hati ya, kalau di musholla. Tadi temanku kehilangan laptop dan hp”. Kami yang sedang sibuk mencatat prosedur kerja di papan tulis, mengucap kalimat istirja’ dan menanyakannya beberapa hal. Dan terakhir, dengan polosnya seorang teman yang notabene bukanlah seorang muslim berkomentar, ‘Berarti si pencurinya rajin sholat ya?’. Tidak ada yang menimpali. Semua masih sibuk mencatat. Ah, dia bukan rajin sholat, temanku. Justru karena ia tidak sholat di musholla, malah sibuk mengamati siapa yang lengah dengan hartanya maka ia bisa mendapatkan harta incarannya itu.

“…sesungguhnya sholat itu mencegah perbuatan keji dan munkar…”
(Q.S. Al-‘Ankabut: 45)

[pelajaran yang dapat dipetik: letakkan barang bawaan di tempat yang aman agar sholat khusyuk dan nyaman]

Kisah Kelima
Wahai pencuri…. Tidakkah kau sholat jum’at?

Mungkin judul ini tidak saja untuk kisah kelima, namun untuk kisah keenam, ketujuh, dan kisah-kisah yang sejenisnya. Waktu itu adalah waktu didirikannya sholat jum’at. Waktu di mana seluruh rumah sepi dari para kaum Adam. Dan tentu saja, kost mahasiswa muslim kosong ditinggal penghuninya. Naasnya, sepulang mereka dari sholat jum’at, beberapa laptop raib. Kost putri yang merupakan tetangga mereka pun mengalami hal serupa. Entah bagaimana ceritanya, seluruh penghuni tidak menyadari kost mereka kedatangan tamu tak diundang yang mengambil laptop di kamar depan. Padahal, salah seorang dari para mahasiswa dan mahasiswi itu tengah melakukan penelitian. Data-datanya pun turut hilang bersama hilangnya laptop..

Tidak hanya di daerah kampus, pencurian ketika sholat jum’at pun terjadi di daerah tempat tinggalku. Pekan lalu, kampung seberang kehilangan laptop ketika sholat jum’at. Jum’at ini pun demikian, terjadi di kampung tempat tinggalku dengan kisah yang cukup unik.

“Assalamu’alaikum. Ibunya ada?” seorang tamu tidak sopan yang langsung masuk ke dalam rumah tanpa diberi izin terlebih dahulu. Di rumah, ada laptop, printer, serta dua buah ponsel.
“Ibunya sedang sholat,” jawab salah seorang pekerja di rumah itu, lalu kembali meneruskan pekerjaanya.

Beberapa saat kemudian, para kaum Adam pun kembali dari sholat jum’atnya. Salah seorang dari mereka pun mencari ponselnya untuk kemudian dibawanya pergi kembali. Malangnya, ponselnya lenyap bersama dengan laptop yang sebelum sholat jum’at masih dipakai bekerja. Lucunya, ada dua ponsel di sana. Alhamdulillah, hanya satu yang hilang. Mengenai laptop yang hilang, laptop itu tanpa baterai, chargernya pun tak turut diambil.

[pelajaran yang dapat dipetik: selalu tutup pintu rumah untuk orang yang tidak dikenal]

Sadarkah kau wahai pencuri??? 

Bahwa kau telah melakukan kezholiman?
Bahwa kau telah melakukan banyak jenis dosa dalam satu waktu?
Mencuri, tidak sholat jum’at, masuk rumah tanpa izin, zholim, dst.

Sadarkah kau wahai pencuri???
Bahwa adzab Allah itu perih?
Do’a orang yang terzholimi itu maqbul?

Berhati-hatilah….
Bertaubatlah….

Ini hanyalah beberapa kisah yang sampai di telinga saya. Kisah-kisah ini cukup banyak mengingatkan kita untuk selalu berhati-hati. Kawan, bolehkah kumendengar kisahmu untuk kuambil hikmahnya ataukah kau berkenan untuk menambahkan pelajaran yang dapat dipetik dari kisah-kisah di atas?

Comments
  1. asudomo says:

    saya juga pernah kehilangan laptop di musholla

  2. yunitasiti says:

    hmhm… yang paling unik sebenarnya bukan hartanya, tapi pencuri laptop nya, khususnya yang menjadikan tempat ibadah sebgai ‘kantor’nya.. hehe-yah lebih sederhana lihat kasus di Fakultas kita, Fah ;(
    Sebel dan geram deh sama mereka,, g malu apa melakukan maksiat di rumah Allah.. yah, hanya Allah yang tahu dan bisa menyadarkan mereka…

    Alhamdulillah, saya masih dan insya Allah akan bareng sama “Ario” (nama laptopQ) sampai ia tua nanti, hehe.. Sudah ada sekitar berbagai cerita keteledoran sya buat jaga si Ario ini, tapi alhamdulillah Allah masih menjaganya untuk sya. Yah, semoga kita semua dijaga-Nya..Amin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s