Menyesal: Dihindari atau Dilakukan?

Posted: November 11, 2011 in Just my think, Poem

Di kala banyak pihak menasihatkan untuk jangan menyesal, tak perlu kau sesali apa yang telah terjadi, dan yang semisalnya, aku justru lebih suka mengatakan, sesalilah …..

Yah, kadang pikiranku aneh. Berbeda dengan pemikiran mayoritas orang di sekitarku. Dan anehnya, alhamdulillah, aku masih merasa nyaman dengan pemikiranku yang mungkin ‘aneh’.

Bagiku, menyesal itu penting. Bahkan, termasuk salah satu syarat diterimanya taubat. Terdengar aneh juga bagiku, mendengar cerita seorang yang dengan bangganya menceritan kejahilannya di masa lalu. Kok ga malu ya? Malah terkesan bahagia dan bangga…. Ya sudahlah, semua orang punya jalan pikirannya masing-masing.

Sore tadi, seorang teman memberikan kata-kata bijak, “Jika kamu berpikir tentang hari kemarin tanpa rasa penyesalan dan hari esok tanpa rasa takut, berarti kamu sudah berada di jalan yang benar menuju sukses”.

Bagi saya, sukses bukan berarti berjalan mulus tanpa masalah, tanpa hambatan, tanpa kesalahan.
Bagi saya, setiap kesalahan itu harus disesali, diperbaiki, dan tidak diulangi.
Walau mungkin berat, tapi bisa kan?

Sesal

Mungkin hadirnya tak diinginkan
Selalu terlambat
Lebih-lebih dari anak yang selalu bangun kesiangan
Lebih-lebih dari siswa yang selalu mengeluh macet
Lebih-lebih dari mahasiswa yang kerap titip absen

Ia tak selalu hadir
Bahkan mungkin jarang sekali
Namun, kehadirannya sangat berarti
Meskipun tidak diinginkan

Jika ia tak ada
Lalu bagaimana akan belajar?

Belajar dari kesalahan
Belajar dari kecerobohan
Belajar dari kelalaian
Belajar dari pengalaman

Jika ia tak ada
Lalu bagaiman pengampunan didapatkan?

Sedangkan sesal adalah sinyal kesadaran
Sedangkan sesal adalah syarat diterimanya taubat
Sedangkan sesal adalah langkah awal untuk bangkit

Sesal bukan berarti jatuh
Sesal bukan berarti putus asa
Sesal bukan berarti mengutuk diri

Tapi,

Bangkitlah dari penyesalan!

Mulailah hari ini dengan diri dan semangat yang lebih baik!

*smile*

*) Setelah dipikir-pikir, mungkin perbedaan ini akibat perbedaan arti sesal. Menyesal versi saya dan versi kebanyakan orang mungkin berbeda ya?

Advertisement
Comments
  1. irmarch says:

    Menyesal itu harus jika untuk mengubah diri menjadi lebih baik. Menyesal itu tidak boleh jika konteksnya menyesali taqdir (misal, gara-gara saya sakit ni saya jadi ga bisa dapat kerja). Allohu a’lam…

  2. berusaha untuk tidak menyesal memang sulit, tapi mungkin bisa direduksi dengan selalu postive minded? :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s